pasca@uinkhas.ac.id 0821-3993-3356

Guru Kekinian Wajib Punya Karya, Prodi S2 PGMI UIN KHAS Gelar Public Lecture Penulisan Buku Ber-ISBN

Home >Berita >Guru Kekinian Wajib Punya Karya, Prodi S2 PGMI UIN KHAS Gelar Public Lecture Penulisan Buku Ber-ISBN
Diposting : Selasa, 26 May 2026, 10:41:43 | Dilihat : 62 kali
Guru Kekinian Wajib Punya Karya, Prodi S2 PGMI UIN KHAS Gelar Public Lecture Penulisan Buku Ber-ISBN


JEMBER - Perkembangan dunia akademik di perguruan tinggi saat ini menuntut mahasiswa tidak hanya mampu memahami teori di ruang perkuliahan, tetapi juga produktif menghasilkan karya ilmiah yang memiliki kontribusi nyata. Berangkat dari semangat tersebut, Program Studi Magister Perguruan Madrasah Ibtidaiyah (PGMI) UIN Kiai Haji Achmad Siddiq Jember (UIN KHAS Jember) menggelar kegiatan Public Lecture bertema “Menguatkan Penulisan Buku Karya Mahasiswa Prodi PGMI S2” pada Selasa, 26 Mei 2026.

Kegiatan berlangsung di Ruang Teater Lantai 1 Gedung Penunjang Pascasarjana UIN KHAS Jember. Acara tersebut dihadiri oleh Wakil Direktur Pascasarjana UIN KHAS Jember, Dr. H. Saihan, M.Pd., Koordinator Prodi S2 PGMI Pascasarjana UIN KHAS Jember, Dr. Moh. Sutomo, M.Pd., serta diikuti mahasiswa S2 PGMI angkatan 2024, 2025, dan 2026.

Public Lecture kali ini menghadirkan narasumber Fasilitator Pembelajaran BBGTK Provinsi Jawa Timur, Dr. Abdul Muis, M.Pd.I., yang membawakan materi mengenai penguatan budaya literasi dan penulisan buku karya mahasiswa.

Dalam pemaparannya, Dr. Abdul Muis menekankan bahwa langkah paling mudah yang dapat dilakukan mahasiswa untuk mulai membangun eksistensi akademik adalah dengan membuat portofolio karya sendiri. Menurutnya, mahasiswa perlu membiasakan diri mendokumentasikan gagasan, pengalaman, maupun hasil penelitian dalam bentuk tulisan yang dapat dipublikasikan.

Ia juga menyoroti pentingnya pemanfaatan teknologi dalam dunia pendidikan dan kepenulisan akademik. Menurutnya, kecanggihan teknologi saat ini seharusnya menjadi asisten yang membantu mempermudah pekerjaan manusia, termasuk dalam proses belajar, mengajar, dan menghasilkan karya ilmiah.

Selain itu, ia mengingatkan bahwa peserta didik saat ini hidup di era digital dengan karakteristik yang berbeda dibanding generasi sebelumnya. Karena itu, pola dan metode pembelajaran juga harus mampu menyesuaikan perkembangan zaman.

“Peserta didik hidup di era digital, tetapi terkadang cara mengajar kita masih tertinggal di abad lama. Ini menjadi tantangan bagi dunia pendidikan untuk terus beradaptasi,” ujarnya.

Sementara itu, dalam sambutannya, Dr. Moh. Sutomo, M.Pd., menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan public lecture tersebut. Ia menegaskan bahwa budaya menulis di lingkungan perguruan tinggi harus terus diperkuat sebagai bagian dari pengembangan kualitas akademik mahasiswa pascasarjana.

Menurutnya, kegiatan tersebut tidak boleh berhenti hanya pada forum seminar atau diskusi semata, melainkan harus menghasilkan produk nyata berupa karya ilmiah yang dapat dipublikasikan dan dimanfaatkan secara luas. Karena itu, program pengembangan profesi yang saat ini diikuti oleh 16 mahasiswa diarahkan untuk melahirkan karya akademik yang memiliki legalitas dan kualitas yang baik.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung kegiatan ini. Finishing dari kegiatan ini bukan hanya selesai mengikuti public lecture, tetapi bagaimana mahasiswa mampu menghasilkan karya yang benar-benar siap dipublikasikan,” ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa salah satu target utama program tersebut ialah menghasilkan buku karya mahasiswa yang memenuhi standar ISBN. Selain itu, karya mahasiswa juga diupayakan memperoleh perlindungan Hak Kekayaan Intelektual (HAKI) sebagai bentuk penguatan nilai akademik dan profesionalitas mahasiswa Pascasarjana.

“Output yang kami harapkan nanti berupa buku dengan standar ISBN. Itu menjadi kaidah sekaligus bentuk kewajiban akademik mahasiswa untuk memiliki karya. Karya inovasi mahasiswa bisa berupa buku maupun jurnal ilmiah,” jelasnya.

Lebih lanjut, Dr. Moh. Sutomo menyebut bahwa pihak prodi menargetkan pada bulan Juni mendatang mahasiswa peserta program sudah memiliki karya yang terdaftar ISBN dan memperoleh HAKI. Bahkan, karya tersebut nantinya diharapkan dapat terhubung langsung dengan Perpustakaan Nasional sehingga memiliki rekognisi akademik yang lebih luas.

“Kalau bisa produknya nanti langsung masuk ke Perpusnas. Target bulan Juni mahasiswa sudah punya ISBN dan sudah ter-HAKI-kan. Artikel juga demikian. Semakin banyak karya yang dihasilkan mahasiswa, maka semakin bangga kami sebagai pembimbing,” katanya.

Ia juga menyinggung pentingnya menjaga kualitas dan eksistensi akademik perguruan tinggi melalui penguatan program studi. Menurutnya, Prodi S2 PGMI saat ini terus melakukan pengembangan baik pada jalur reguler maupun Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL).

Untuk jalur reguler, fokus pengembangan diarahkan pada penguatan pelaksanaan program akademik serta sosialisasi terkait pendidikan Prodi S2 PGMI di Pascasarjana UIN KHAS Jember. Sementara itu, jalur RPL diperuntukkan bagi para guru yang telah memiliki pengalaman mengajar minimal dua tahun sehingga pengalaman profesional mereka dapat diakui dalam proses pendidikan pascasarjana.

“Kami terus berupaya mempertahankan kualitas akademik program studi. Karena itu, baik program reguler maupun RPL harus benar-benar berjalan maksimal sesuai kebutuhan masyarakat dan dunia pendidikan,” tambahnya.

Sementara itu, Wakil Direktur Pascasarjana UIN KHAS Jember, Dr. H. Saihan, M.Pd., dalam sambutannya menekankan bahwa kegiatan public lecture tersebut merupakan bagian dari upaya Pascasarjana untuk memaksimalkan potensi mahasiswa, khususnya dalam bidang kepenulisan akademik dan pengembangan karya ilmiah.

“Kegiatan ini menjadi ruang untuk memaksimalkan potensi mahasiswa. Mahasiswa S2 tidak cukup hanya menyelesaikan perkuliahan, tetapi juga harus mampu meninggalkan karya yang dapat dibaca, dikembangkan, dan memberi manfaat bagi masyarakat luas,” ungkapnya.

Public lecture tersebut berlangsung dengan antusiasme tinggi dari para mahasiswa. Kehadiran narasumber yang mampu memadukan pendekatan teoritis dan praktis turut memberikan motivasi bagi peserta untuk lebih percaya diri dalam menghasilkan karya akademik yang berkualitas dan memiliki nilai kebermanfaatan luas.

 

Kontributor : Akhmal Duta Bagaskara

;